DPR Minta Polisi Investigasi Kebakaran Gedung BPOM

Anggota komisi DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional atau PAN Saleh Daulay mendorong kepolisian melakukan investigasi terkait kebakaran Gedung BPOM atau Gedung Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Minggu 18 Juli malam.

Walaupun kebakaran yang diduga terjadi karena korsleting listrik saat karyawan bermain game judi slot online di situs judi slot online terpercaya, namun Saleh menilai, penyelidikan dan investigasi yang dilakukan oleh aparat tetap harus dilakukan agar penyebab kebakaran bisa benar – benar dibuka ke public.

“Kan hasil investigasi aparat kepolisian yang akan dijadikan pegangan. Tentu ini juga ditunggu oleh masyarakat,” kata Saleh pada Senin 19 Juli.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan segera memanggil BPOM untuk mengetahui secara langsung penyebab kebakaran. Pemanggilan, kemungkinan dilakukan setelah masa reses DPR selesai dilakukan.

“Soal memanggil BPOM, saya kira itu bisa dilakukan setelah reses. Kami tentu akan meminta keterangan resmi dari BPOM terkait insiden ini,” kata dia.

Lebih lanjut, Saleh juga mengaku sangat sedih atas insiden yang menimba salah satu lembaga krusial di masa pandemic ini.

Ia berharap agar kebakaran tersebut tak membuat kinerja serta pelayanan BPOM kepada masyarakat menjadi terhambat.

Oleh karena itu, katanya, ia perlu memastikan semua sistem serta lingkungan kerja di BPOM masih mendukung untuk bekerja. Ia pun berharap agar kebakaran tersebut tak membuat kinerja serta pelayanan BPOM terhadap masyarakat menjadi terhambat.

Termasuk berbagai alat – alat kantor yang mendukung pelaksanaan tugas karyawan di BPOM. Semuanya harus dikembalikan pada kondisi semula.

“Saya tidak tahu tingkat keparahan yang ditimbulkan kebakaran tersebut. Namun, yang perlu segera diperbaiki adalah sarana dan fasilitas kerja. Dengan begitu, semua pegawai tetap bisa bekerja seperti biasa,” katanya.

Api yang membakar lantai atas gedung BPOM dengan luas area yang terbakar sekitar 200 meter persegi. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Asril Rizal menyatakan bahwa kebakaran dimulai saat kantor BPOM sedang ada perbaikan panel di Gedung Lorong F Timur dan F Barat.

Sementara itu, BPOM dalam keterangannya menyatakan kebakaran terjadi di saat pekerja sedang melakukan peremajaan panel listrik.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta keterbukaan informasi terkait dokumen atau obat-obatan yang terbakar dalam kasus kebakaran kantor BPOM.

Dia meminta pihak BPOM tak menutupi dokumen apa saja yang sekiranya ikut terbakar dalam insiden yang diklaim hanya terjadi selama 30 menit itu.

“Harus dipastikan dokumen atau obat-obatan yang ada dalam gedung yang terbakar apa saja,” kata Kurniasih, Senin 19 Juli.

Ia juga meminta agar insiden kebakaran ini diusut tuntas hingga diketahui penyebab kebakaran kantor BPOM. Selanjutnya, hasil pengusutan dan evaluasi ini harus dibuka ke public secara transparan.

“Segera dilakukan evaluasi penyebab kebakaran dan disampaikan secara transparan kepada publik,” kata dia.

Lebih lanjut, Kurniasih juga meminta agar BPOM dan pemerintah meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di area kantor yang termasuk sektor esensial.

Dalam kesempatan tersebut, Kurniasih mengatakan pihaknya sedang membahas mengenai pemanggilan BPOM dan pihak terkait atas insiden kebakaran ini. “(Pemanggilan) sedang dibicarakan. Kita masih dalam masa reses,” katanya.

Kantor BPOM terbakar pada Minggu tanggal 18 Juli pukul 21.30 WIB dan sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran serta 75 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Pada pukul 23.00 WIB, pertugas mulai melakukan proses pendiginan dan pengurauan atau pembuangan asap di area terbakar lantai dasar kantor BPOM. Pemadaman dinyatakan selesai pada Senin pukul 00.42 WIB atau sudah berstatus hijau.

Walau begitu, BPOM mengklaim kebakaran hanya terjadi sekitar 30 menit dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 600 juta.